kampung daun
kampung daun

Kampung Daun

Sersan Bajuri km. 4,7 No. 8 X1/4 RR1 – Bandung. Telp. 022-2787915, 2784572, 2784573 Buka tiap hari pukul 11.00 – 23.00

Lembang yang berada di utara Kota Bandung telah lama kondang dengan kecantikan alamnya. Di daerah berhawa sejuk ini, tepatnya di kawasan obyek wisata Cihedeung, terdapat tujuan wisata kuliner yang sangat digandrungi pelancong, yaitu Kampung Daun Culture Gallery & Cafe.

crapaan hangat dan keramahan pramusaji di depan pintu masuk memberikan rasa kekeluargaan yang akrab, “Selamat datang di Kampung Daun.” Hijau dedaunan tanaman pakis yang tumbuh subur dan ditata apik terasa menyejukkan mata. Jalan setapak dari batu dengan deretan saung cantik di sisi kiri-kanan seolah membawa kita kembali ke suasana pedesaan yang asri. Apalagi ditambah dengan simfoni alam yang berasal dari suara gemericik air terjun yang mengalir deras. Berdiri sejak sebelas tahun lalu, resto alam yang digagas oleh Ruth Tamzil de Fernandes ini tak pernah sepi pengunjung. Bahkan pada akhir pekan dan hari libur nasional, pengunjung rela antre berjam-jam untuk mendapat tempat. Harap diketahui, pada hari kerja, resto ini melayani reservasi. Tapi khusus untuk akhir pekan dan hari libur, Kampung Daun tidak melayani reservasi. Agar lebih fair, siapa yang datang lebih awal, dialah yang mendapat tempat duluan. Kebanyakan yang datang berkunjung ke sini adalah rombongan keluarga, mulai dari balita, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Mereka benar-benar menikmati pemandangan, terutama anak-anak. Jika beruntung, mereka bisa melihat burung dan bajing yang mendekat mencari makanan. Pasangan yang ingin melewatkan waktu berduaan biasanya memilih datang selepas senja. Suasananya berubah romantis. Sepanjang jalan masuk menuju Kampung Daun dihiasi lampion warna-warni dengan beragam bentuk. Obor menyala sepanjang kiri kanan jalan. Sebelum menemukan tempat yang sreg di hati, Anda bisa melihat-lihat sambil memilih tempat dengan pemandangan yang paling indah. Di Kampung Daun tersedia 29 saung kecil, 4 saung dengan kapasitas 30-50 orang, Burni Cai (rumah di atas air), RB (rumah besar), Curug 2AB (curug A dan curug B dengan pemandangan langsung menghadap ke arah air terjun), Balai Ageung (berupa pendopo yang berada paling atas) dengan kapasitas 200-300 orang.

 

Jika mata jelas bisa terpuaskan dengan pemandangan indah, bagaimana dengan lidah? Sambil selonjoran duduk santai menikmati panorama alam, mari kita periksa buku menunya. Ternyata cukup variatif dan banyak pilihannya. Ada menu dengan label Indonesian Favorite. Di antaranya Nasi Timbel Bakar, Sop Buntut Bakar/Goreng, Nasi Campur Sunda, Nasi Bakar Sambal Belut, Nasi Kukus Kampung Daun, Nasi Goreng Kampung Daun, Nasi Liwet Parahyangan. Rata-rata harga per porsi Rp 35.000,- hingga Rp 100.000,-. Nasi Goreng Kampung Daun merupakan salah satu menu favorit di sini. Nasi goreng udang dan aneka hidangan pelengkapnya (satai ayam bumbu kacang, telur ceplok, emping,
sambal terasi, dan acar timun) ditaruh di dalam mangkuk dari batok kelapa dan diatur melingkar di atas tapir atau tampah. Sangat mengundang selera! Jika Anda ingin sesuatu yang menghangatkan, silakan pesan Teh Akar•Sere, Bandrek Jagung, Bajigur, Sekoteng, Wedang Ronde, atau Teh Poci yang nasgitel (panas, legi, kentel). Tersedia juga camilan manis atau gurih sebagai teman ngobroi. Semisal, pisang goreng, surabi oncom, atau tahu goreng panir. Camilan terakhir ini terbuat dari perkedel tahu yang dibalut tepung panir, lalu digoreng. Hasilnya, luarnya garing, namun bagian dalannnya tetap lembut. Makin sedap dimakan hangat dengan cocolan sambal bangkok! Pendek kata, Kampung Daun menawarkan suguhan komplet, pemandangan alam yang indah dan asri, sekaligus kelezatan hidangan. lbarat paket 2 in 1, memanjakan mata sekaligus lidah. • Sumber Intisari (faiar/rony)