kuliner bandung bandrek hanjuang
kuliner bandung bandrek hanjuang

Bandrek Minuman Khas Bandung

DARI REMPAH DAN GULA PILIHAN
Minuman hangat kaya rempah ini safah satu minuman khas Sunda yang populer. Tak sekadar rnenghangatkan tenggorokan, bandrek juga punya banyak manfaat kesehatan. Sebab, bandrek mengandung rempah-rempah obat, antara lain jahedan cabai jawa yang diyakini mampu meningkatkan metabolisme tubuh.

Untuk urusan ini, Bandrek Hanjuang Cimahi mungkin layak dianggap jawara. Ada cerita unik di balik kepopuleran Bandrek Hanjuang. Tahun 2000-an, kawasan Cihanjuang lebih dikenal sebagai kawasan usaha teknik pembuatan turbin. Turbin digunakan untuk pembangkit listrik mikrohidro sebagai penerangan di daerah terpencil. Selain itu, turbin juga dipakai sebagai mesin pemotong dan mesin pengering. Sanusi, pendiri Bandrek Cihanjuang menuturkan, saat itu ia harus mendemonstrasikan kemampuan mesinnya untuk memotong rimpang jahe. Turbin laku terjual, tetapi jahe kering

kuliner bandung bandrek hanjuang
kuliner bandung bandrek hanjuang

sisa bahan demo makin menumpuk. Pikir punya pikir, muncullah ide untuk mengolah jahe itu menjadi bandrek. Seteiah melakukan banyak belajar dan uji coba, ia menemukan komposisi yang tepat, selain jahe, ditambahkan pula gula semut, cabai jawa, merica, dan cengkeh. Kini, tentu saja Bandrek Hanjuang tidak  menggunakan bahan sisa, melainkan jahe yang memang khusus untuk bandrek. Sanusi menggunakan jahe dari Lampung karena Iebih mantap pedasnya.

Gulanya dipilih gula semut terbaik dari daerah Gunung Halimun, Sukabumi_Selatan. Sebelum diolah, gula semut ini juga dikeringkan lebih dulu seperti rempah lainnya. Kini selain bandrek biasa, tersedia pula variasi produk lainnya. Ada bajigur dengan tambahan creamer hingga terasa lebih gurih. Ada juga kopi bandrek dan kopi bajigur, beras cikur (beras kencur), enteh (teh) bandrek, dan sekoteng. Tersedia pula Bandrek Hanjuang istimewa yang ditambah ginseng dan pinang merah, khusus untuk konsumen dewasa. Varian unik Iainnya adalah cokelat bandrek. Rasanya? Bayangkanlah legitnya minuman cokelat panas yang diperkaya aroma eksotik rempah. Awalnya Bandrek Hanjuang dikemas dalam bungkus plastik sederhana, kemudian diganti dengan kemasan unik kertas berbentuk silinder dan juga saset. Saking terkenalnya, kini Bandrek Hanjuang memproduksi sekitar 50.000 kemasan per hari. Pasarnya tidak hanya wilayah Jawa Barat, tetapi juga kota lain, bahkan luar negeri. Tak mengherankan bila usaha bisnis milik Eddy Permadi ini memperoleh sejumlah penghargaan tingkat nasional. Dengan harga mulai Rp 7.000,- per kemasan, minuman ini bisa menghangatkan suasana saat berkumpul bersama teman atau keluarga. sumber intisari